4 hari yang lalu saya belum bisa membayangkan gimana rasanya chatting via internet sambil nungguin istri da anak2 yang lagi berbelanja. Setelah kejadian yang tidak disangka-sangka, yaitu mendapat harga diskon 50% untuk mini komunikator HSDPA/3.5G sebagai 'trial user'. Kemudian pada pameran komputer INDOCOMTECH di Jakarta ada penjualan kartu perdana paket data internet prabayar unlimited dengan harga 100rb/bulan. Waw murah amat untuk kita yang di Surabaya. Dan ternyata paket ini dapat juga digunakan di Surabaya. Yang paling menyenangkan adalah kecepatan aksesnya yang cukup cepat, kira-kira 1/3 kecepatan Speedy yang baru, walaupun tidak sestabil Speedy. Dengan kelebihan sifat mobility, rasanya hal itu terbayarkan. Suatu kebetulan Smartphone saya berbasiskan Symbian, sehingga bisa mengunduh beraneka browser mobile dan aplikasi2 mobile lain. Yang mengagumkan adalah adanya koneksi USB multi fungsi yang selain bermanfaat sebagai cable data, cable yang menghubungkan Smartphone sebagai modem dengan PC, sekaligus Smartphone mendapat catu daya/charge dari USB PC. Ini membuat kita juga dapat berselancar di dunia maya dalam waktu yang tak terbatas dengan memanfaatkan Smartphone sebagai modem tanpa takut kehabisan daya baterry. Banyak keluhan mengenai koneksi 3G di Surat Pembaca koran. Akan tetapi saya cukup puas dengan koneksi 3G murah yang saya dapat. Saya bisa berselancar dengan smartphone dalam kondisi mobile, ataupun menggunakan smartphone sebagai modem dari laptop saya. Era Mobile Internet murah sudah datang, Bro....
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan ajang pasar wisata terbesar saat ini yang diikuti oleh Biro Perjalanan Wisata, Hotels, restaurants, Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata propinsi dan kabupaten serta sektor pendungkung pariwisata lainya.... Kunjungilah ITTF 2008 di Balai Sidang Jakarta Convention center (JCC) senayan di Hall A dan B dari tanggal 11 - 14 September.
Biasanya setiap pagi bigitu habis cuci muka dan gosok gigi, langsung menyalakan sebatang rokok, dan menikmati hisapan demi hisapan... hem..hem nikamaaattt.... Kalau persedian rokok habis, mudah aja tinggal beli di warung depan rumah. Jam 6 pagi biasanya sudah buka. Kali ini saya melupakan kebiasaan itu. Habis cuci muka dan gosok gigi, langsung mengantar anak ke sekolah. Balik ke rumah, mandi dan pakian langsung berangkat kerja. (Istri sudah berangkat kerja duluan seperti biasa). Di kantor saya langsung menyibukkan diri dengan pekerjaan, sehingga lupa akan rokok dan juga memang di dalam ruangan di kantor dilarang merokok. (Maklum boss juga anti rokok). Hanya boleh merokok di luar kantor alias di tempat parkir... Setelah makan siang, godaan untuk merokok muncul lagi. Pertama teringat akan kebiasan yaitu habis makan siang terus langsung merokok.... wao...nikmat banget rasanya... Kemudian melihat teman-teman yang lain merokok...waduh tambah berat rasanya.... Godaan yang paling beratpun datang. Salah seorang teman menghampiri dan menawarkan rokok-nya.... aduh maaakkkk mana tahan. Akhirnya saya pun mengambil sebatang dan menyalakan kemudian menghisapnya dalam dalam dengan penuh kenikmatan...seoalah olah besok dunia bakal kiamat dan tidak sempat lagi merasakan rokok... Saking kerasnya saya menghisap itu rokok, sampai tersedak dan batuk-batuk sampai air mata keluar. Saya pikir ini saatnya untuk men-sugesti otak saya bahwa ternyata merokok itu nggak enak, batuk batuk dan terasa pahit... Menit demi menit, jam demi jam pun berlalu dan saya bisa melewatinya tanpa hisapan sebatang rokokpun... Sampai habis makan malam... waduh, godaan menghebat lagi... Ternyata sugesti-nya belum mancur. saya pun membeli sebatang rokok dan langsung menghisapnya... Sebelum tidur, saya merenung dan menghitung hitung dan ternyata saya sudah menghisap 6 batang rokok hari ini... Namun saya kira masih lebih baik dari pada hari - hari kemarin dimana saya menghabiskan 2 bungkus rokok (32 batang. 1 bungkus isinya 16) setiap hari... Semoga besok lebih baik lagi... (maksudnya bisa tidak merokok, bukanya nambah banyak rokok yang dihisap)....
1 Juni 2008, di saat orang orang merayakan hari kesaktian Pancasila, dan di saat anggota FPI menyerbu dan menganiaya anggota AKKBB, tiba-tiba saja terlintas dalam benak ku untuk mencoba lagi untuk Berhenti Merokok... So, apakah peristiwa ini membangkitkan kembali semangat saya untuk berhenti merokok??? Saya rasa sih tidak. Terus apakah hubungan kedua peristiwa tersebut dengan keinginan saya untuk berhenti merokok???... saya kira enggak ada tuh.... Yah kalau di cari cari sih ... memang ada... sama - sama tanggal 1 Juni, itu saja. Tidaklah begitu penting, apakah ada hubungan atau tidak, karena yang akan saya sampaikan disini bukanlah hubungan kedua pristiwa itu, tapi saya hanya berkeinginan berbagi pengalaman saya berhenti merokok, dengan tujuan: 1. Memberitahukan kepada teman-teman semua bahwasanya saya Berhenti Merokok, dan tolong bantu saya untuk tidak lagi menawarkan rokok kepada saya dan tolong tegor saya kalau teman-teman melihat saya merokok. 2. Berbagi pengalaman kepada teman-teman yang mempunyai keinginan yang sama dengan saya, berhenti merokok. Bagaimana caranya berhenti merokok dan mengatasi ketergantungan akan nikotin / rokok. 3. Bagi teman-teman yang sudah berhenti merokok terlebih dahulu mohon juga berbagi pengalaman. 4. Dan beberapa alasan lainnya yang akan saya cari cari kemudian. Tapi yang pasti saya tidak bermaksud untuk menghentikan bisnis rokok dan usaha pendukung lainya.
Kemarin lagi kerumah teman... pas dia lagi asik online pakai modem kecil.... ternyata dia pakai modem CDMA dgn kartu StartOne. Katanya sih pakai StarOne biayanya cukup murah sekitar Rp 4000-an per jam, dan kecepatanya juga lumayan... yeah lebih cepat dari dial-up lah dan tentu saja lebih murah, terutama kalau dibandingankan dengan Telkomnet instant, yang saya pakai selama ini. Jadi tertarik juga nih... Saya pinjam aja modemnya dulu sebelum beli. Buat ngetes apa di rumah ada sinyal. Maklumlah...tinggal dipingiran kota denpasar. Ternyata sinyalnya bagus...full. Dan kecepatan waktu online juga lumayan... enggak beda banyak sih... tapi dari segi biaya barangkali lebih murah. lagian enggak usah rebutan line telphone rumah lagi ama istri dan anak.... Bila ada teman-teman yang udah pernah pakai StarOne, tolong share donk pengalamanya... Juga kalau ada alternative yang lain.. Thanks,
Tulisan ini saya temukan ditempat sampah di sebuah Rental Photo Copy, mungkin karena salah photo copy, jumlahnya lima lembar tidak ada judul dan tidak ada pengarangnya, ( mudah mudahan temen temen ada yang tahu judul bukunya). setelah saya baca ternyata sangat bagus, semacam filsafat renungan. Mudah-mudahan dapat bermanfaat buat temen temen ditengah arus globalisasi ini.dimana kadang-kadang kita lupa siapa diri kita. Tks. Manusia yang beriman adalah manusia yang bertaqwa kepada Tuhan, Manusia yang bertaqwa kepada Tuhan adalah manusia yang tujuan, pikiran, perkataan dan berbuatannya selalu selaras dengan Hati Nurani nya atau tidak menyimpang dari hati nurani nya. · Manusia tidak perlu jauh jauh mencari Tuhan, karena tuhan berada dalam hati setiap manusia. Keberadaan tuhan di hati mausia dinamakan Hati Nurani . Hati Nurani adalah sumber kebenaran, cinta kasih dan semua kebaikan setiap manusia. Hati nurani selalu tulus membantu kita karena itu sebaiknya setiap insan harus dapat mengenali hati nuraninya masing masing. Bagaimana caranya mengenali suara hati nurani kita? Caranya dengan cara berhening dan berkonsentrasi pada sumber cahaya dan suara dengan terlebih dahulu menenangkan diri serta bernafas dalam dalam berkali kali. Bagi mereka yang rajin berdoa (seperti saya He3x...) tentunya akan lebih mudah lagi karena dengan berdoa secara khusuk berarti kita sedang berhening dan berkonsentrasi pada sumber cahaya dan sumber suara, sehingga kita akan dapat melihat situasi yang sedang berlangsung dan mendengar dengan jelas bisikan hati nurani kita. Apabila hati dan pikiran kita telah menyatu dan harmonis, maka energi alam akan bekerja didalam diri kita dan kita akan mendapatkan visi yang benar dan petunjuk dalam upaya pencapaian tujuan kita. Bersambung ...... ·
Kita merdeka Tahun 1945 untuk dijajah secara virtual. Kenapa? Kita adalah negara Agraris yang kekurangan beras, sehingga harus import bahan pangan. Kita juga negara penghasil tambang yang tercekik harga minyak. Kita merasa butuh sepeda motor, walaupun hanya untuk ngantar anak ke sekolah. Gengsi kalau naik sepeda listrik yang hanya perlu charge, tidak perlu bensin. Penjualan sepeda motor kita nomor 2 di dunia, kebanyakan dengan kredit, yang pembiayaannya dari duit luar negeri, tentunya juga untungnya buat luar negeri. Kalau mau berhemat bensin, untuk menghemat devisa, cukup dengan berkoar-koar. Iklan sepeda motor jalan terus. Toh, yang punya pabrik orang Jepang. Kita khan sudah biasa dijajah.
Waktu Sekolah dulu saya kepingin cepat-cepat lulus agar bisa bekerja dan cari uang. Kalau sudah bekerja rasanya ndak perlu belajar lagi, statusnya kan sudah pekerja, bukan pelajar. Sewaktu bekerja ternyata saya juga merangkap 'pelajar', karena harus menguasai ilmu yang tidak ada di bangku sekolah. Sekarang setelah usia kepala '4', saya belajar wira usaha sambil belajar membesarkan anak yang sekarang sudah jadi pelajar. Berarti sepanjang hdup ini kita belajar terus. Kapan selesainya? Selesainya kalau kita tidak punya keinginan lagi. Berarti kalau mati sudah tidak belajar lagi. Siapa bilang, kita tetap harus belajar, karena masih punya keinginan. Kalau mati khan mau masuk Surga.